11:57 , ,


BANDA ACEH Beberapa pejabat ditingkat eselon 5 dijajaran kanwil Ditjenpas Aceh mengeluhkan adanya upaya pungutan liar (pungli) yang dilakukan oleh oknum Kalapas dan Oknum Pejabat di Kanwil Ditjenpas Aceh agar tidak dimutasi ke luar wilayah Aceh. 

Hal ini diungkapkan salahsatu pejabat yang saat ini bertugas disalahsatu Unit Pelaksana Teknis (UPT) di Aceh Pidie. 

Kepada reporter media ini Pejabat eselon 5 tersebut menuturkan jika dirinya diminta menyiapkan sebanyak 25 juta agar bisa tetap bertugas di Aceh namun bila tidak akan dimutasikan keluar daerah Aceh. 

Posisi dirinya pun akan digantikan oleh pejabat dari luar Aceh. 

" Iya terkejut juga, saya tidak punya sebanyak itu, selama ini jabatan yang saya dapatkan karena prestasi kerja bukan sogok menyogok ", ungkapnya yang meminta agar jati dirinya tidak dirahasiakan. 

Dirinya mengaku belum memberikan permintaan tersebut disebabkan tidak memiliki uang. 

Menurutnya bukan dirinya saja yang mengalami hal tersebut namun ada beberapa pejabat eselon 5 dari UPT lain di Aceh yang dia kenal menceritakan hal yang sama. 

Modusnya bermacam, ada yang disampaikan hal tersebut lansung oleh kedua oknum tersebut ada melalui pejabat ditempat dimana dirinya bertugas. 

Pejabat eselon 5 tersebut mengatakan jika hal seperti ini selama dirinya bertugas di Aceh belum pernah terjadi, dimana pejabat-pejabat didaerah ditakut-takuti bakal dipindah keluar daerah jika tidak bisa memberikan sejumlah uang. 

" Sudah banyak kakanwil Aceh yang memimpin, tapi pada kakanwil ini baru ada oknum pejabat dikanwil Aceh yang dengan pede nya melakukan hal demikian ", ujarnya. 

Walau demikian dirinya sudah pasrah bila nantinya dipindahkan keluar Aceh, dirinya akan mempermasalahkan hal ini dan akan tuntut keadilan pada pimpinannya dijakarta. 

Dirinya tahu saat ini dikantor wilayah terkait baperjakat sudah tidak sesuai birokrasi lagi, dimana dalam tim baperjakat KabagTUM selaku ketua tidak dilibatkan malah kalapas klas IIA Banda Aceh yang memimpin baperjakat. 

Dari informasi yang diterimanya, Rapat baperjakat saat ini tidak lagi digelar di kantor wilayah namun di lapas Lambaro. 

Mereka yang terlibat dalam baperjakat adalah kalapas Lambaro, Kabid patnal dan kakanwil Aceh. 

Ketiga sosok ini yang menentukan siapa yang boleh diusulkan dan siapa yang tidak boleh. 

" Setahu saya saat ini dikanwil Aceh tim baperjakat itu tidak sesuai birokrasi lagi, kabagtum tidak dilibatkan, rapat baperjakat digelar di lapas Lambaro dengan tim pak Heru kalapas Lambaro, pak Edi patnal dan bapak kakanwil, ya ketiga ini yang menentukan siapa mau diusul siapa yang tidak, makanya mereka berani minta-minta uang karena mereka yang berkuasa saat ini ", jelasnya.