Halloween Costume ideas 2015
Latest Post

Biografi - Peristiwa sangat memprihatinkan terjadi di Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Seorang pria tewas dibakar massa karena disangka telah mencuri ampli di sebuah masjid.

Belakangan diketahui, pria malang tersebut hanya merupakan korban salah sasaran warga, karena ampli di masjid yang dimaksud masih utuh.

Kejadian miris itu ramai diviralkan sejumlah netizen kemarin, Selasa (1/8/2017). Awalnya, pria yang disebut-sebut berprofesi sebagai tukang servis televisi itu hendak salat Ashar di masjid Desa Muara Bakti.

Ia terpaksa membawa ampli miliknya ke dalam masjid karena khawatir akan hilang jika ditaruh di atas jok motor. Nahas, pria tersebut justru disangka telah mencuri ampli di masjid itu.

Ia menjadi sasaran kemarahan warga. Meskipun sudah mencoba berlari ke kampung lain, warga tetap mengejar dan mengamuk pria itu.

Ia bahkan disiram bensin lalu dibakar hidup-hidup. Pria itu akhirnya tewas dengan luka bakar parah, tanpa ada yang menolong.

Setelah diselidiki, ternyata pria itu tidak mencuri ampli di masjid.

"Masih ingat postingan saya? Kejadian kemarin, Selasa 1 Agustus 2017 sore. Tentang maling ampli masjid yang dibakar hidup-hidup hingga tewas mengenaskan di daerah Pasar Muara  Bekasi?

Astagfirullahhaladzim.

Ternyata korban adalah salah tuduh  yang dijadikan korban kebrutalan manusia yang sudah dirasuki iblis.

Biadap....pelakunya....

Setelah ada penelusuran dan pengecekan, ternyata korban bukanlah seorang maling dan tidak mencuri. Yang mana ternyata ampli di masjid masih utuh tidak hilang.

Korban adalah orang yang sedang sholat di masjid, kebetulan membawa amplinya sendiri ke dalam masjid karena mau ditaruh di jok motor takut hilang. Dia adalah Seorang tukang servis TV.

Dari pihak keluarga korban, hanya bisa pasrah dan diam menerimanya. Karena orang yang tidak mampu. Memaafkan dan tidak memperkarakannya.

Ya Allah....
Smg husnul khotimah ya pak...orang-orang yang telah mendzolimi dan melakukan tindakan keji pada bapak semoga mendapat hidayah atas tindakannya. Buat keluarga bapak almarhum yang ikhlas dan sabar nggih...Semoga ada berkah di balik musibah ini....amin yarroball alamin.

#kepada masyarakat di seluruh Indonesia umumnya dan para pelaku main hakim sendiri di sini bukalah mata dan hati kalian, lihatlah dan saksikan, bahagiakah bila kalian bisa menghakimi sesama manusia? Tidak takutkah akan penghakiman dirimu nantinya di akhirat tentang pertanggungjawabanmu atas perbuatan mu.

#viralkan agar tdk Ada lg kejadian seperti ini. Cukup ini yg terakhir Kali Dan jgn pernah terjadi lg,"

#info tambahan : subhanallah

ada lafadz Allah di Kepala korban. Semua hanya rahasia Allah," tulis netizen Yuni Rusmini menginformasikan kejadian tersebut. (Trb)

Potret bersama rapat Sarekat Islam di Kaliwungu. FOTO/Tropenmuseum
Biografi - Surat kabar corong Sarekat Islam (SI) cabang Semarang atau SI Merah, Sinar Hindia, edisi 9 Oktober 1920 itu memuat tulisan Darsono. Isinya sangat menohok. Darsono menyerang Hadji Omar Said Tjokroaminoto yang tidak lain adalah pemimpin besar Centraal Sarekat Islam (CSI). Tak tanggung-tanggung, Tjokroaminoto dituding telah memperkaya diri sendiri alias korupsi dan disebut tidak layak memimpin rakyat.

“Mengapa CSI tidak punya uang sedangkan Tjokro kelimpahan?” sentil Darsono dalam tulisannya itu.

“Kromo (rakyat) harus dipimpin oleh seorang yang jujur dan unggul dengan keyakinan kuat, cita-cita luhur, dan kelakuan tanpa cela… Maka, inilah saatnya untuk melakukan pembersihan diri guna memperbaiki kesalahan-kesalahan kita,” lanjut tokoh SI Semarang sekaligus Propagandis CSI ini.

Takashi Shiraishi (1997:310) dalam Zaman Bergerak: Radikalisme Rakyat di Jawa 1912-1926 menyebut serangan Darsono itu memporak-porandakan Tjokroaminoto dan kepemimpinan baru CSI yang belum lama terbentuk. Gambaran Tjokroaminoto sebagai satria terusik oleh serangan Darsono.

Serangan dari Darsono ini tak bisa diremehkan karena segera menjadi isu yang dibicarakan. Bahkan, istilah “meng-Tjokro”, yang dimaksudkan bermakna “menggelapkan”, sontak populer dalam khasanah pergerakan di awal dekade kedua abad ke-20 itu.

Sayap Kiri Mengguncang CSI
Sesungguhnya, Darsono dan orang-orang SI Semarang saat itu tengah berada di bawah tekanan. Beberapa tokoh penting CSI atau Dewan Pimpinan Pusat Sarekat Islam, macam Agoes Salim dan Abdoel Moeis yang dekat dengan Tjokroaminoto, sedang santer-santernya menggaungkan kebijakan disiplin partai. Kubu Agoes Salim mengusulkan CSI menerapkan disiplin partai. Anggota SI dilarang merangkap keanggotaan di organisasi lain. “Disiplin partai” yang dimaksud adalah "pemurnian" yang bentuk konkritnya adalah membersihkan SI dari unsur komunis.

Dengan kata lain, ada kubu besar di pusat kekuasaan CSI yang menginginkan Darsono dan kawan-kawan dikeluarkan. Mereka terindikasi merangkap anggota Perserikatan Komunis Hindia yang sebelumnya bernama Indische Sociaal Democratische Vereeniging (ISDV) bentukan tokoh komunis asal Belanda, Henk Sneevliet (Boon Kheng Cheah, From PKI to the Comintern, 1992:7).

Sebelum kebijakan disiplin partai itu benar-benar diterapkan, Darsono beserta para tokoh SI Semarang lainnya, terutama Semaoen, juga Alimin serta Hadji Mohammad Misbach, berupaya sekuat tenaga bertahan, termasuk menyerang citra Tjokroaminoto. Harapannya, sang pemimpin besar terguling dan terciptalah peluang untuk mengubah arah angin politik internal CSI.

Lantas, apakah serangan Darsono terhadap Tjokroaminoto itu berpengaruh? Ternyata lumayan membikin sibuk. Bahkan, Agoes Salim, tokoh penting SI yang lain, harus menunda agenda Kongres CSI yang rencananya akan dihelat pada 16 Oktober 1920.

Tak hanya itu, Agoes Salim dan beberapa petinggi CSI lainnya, yang dijadwalkan menghadap Gubernur Jenderal Hindia Belanda van Limburg Stirum di Istana Bogor pada 18 Oktober 1920, tidak berhasil mendapat dukungan pemerintah. Padahal, rencana semula adalah melaporkan hasil Kongres CSI kepada Gubernur Jenderal sekaligus meminta dukungan pemerintah kolonial Hindia Belanda agar merestui diterapkannya disiplin partai.

Rangkap Jabatan Tjokroaminoto
Melalui artikel Sinar Hindia yang dimuat beruntun pada 6, 7, dan 9 Oktober 1920, Darsono menyoroti posisi rangkap yang dijabat Tjokroaminoto di CSI, yakni sebagai ketua sekaligus bendahara. Disebutkan, Tjokroaminoto meminjamkan uang sebesar 2.000 gulden untuk mengisi kas CSI yang kosong dengan jaminan mobil. Tapi anehnya, tulis Darsono, mobil tersebut dibeli oleh Bendahara CSI untuk dipakai oleh Ketua CSI, yang kedua-duanya dijabat oleh Tjokroaminoto.

“Ketua CSI itu mampu pula membeli mobil seharga 3.000 gulden dan perhiasan untuk istrinya yang kedua. Demikian juga halnya dengan Brotosoehardjo, yang sering menggunakan uang kas CSI untuk keperluan sendiri,” tukas Darsono.

Dalam tulisan tersebut, Darsono juga menyerang Brotosoehardjo, seorang petinggi CSI lainnya yang juga orang dekat Tjokroaminoto. Darsono rupanya berupaya mengaitkan karakter Brotosoehardjo yang dinilainya tidak jujur memberikan pengaruh buruk terhadap Tjokroaminoto karena mereka berteman sejak lama (Ruth T. McVey, The Rise of Indonesian Communism, 2006:93).

Banyak orang di kalangan internal SI mencela cara Darsono menyerang Tjokroaminoto. Namun, mereka juga tetap menuntut dilakukan penyelidikan penuh atas manajemen keuangan CSI yang dipimpin Tjokroaminoto. Kalau dibiarkan, nama SI akan terus tercemar (Shiraishi, 1997:312).

Maka, diadakanlah pertemuan khusus pada 17 Januari 1921 di Yogyakarta. Yang dilibatkan dalam forum ini hanyalah pihak-pihak yang bertikai, yaitu faksi putih dan faksi merah. Darsono dan Semaoen tentu saja turut dihadirkan dalam pertemuan tersebut, selain Agoes Salim serta beberapa pengurus teras SI Yogyakarta.

Perundingan berjalan cukup panas. Namun, demi terselenggaranya Kongres CSI yang akan digelar pada Maret 1921, maka untuk sementara disepakati keputusan penting, yaitu mengakhiri pertikaian untuk mengembalikan kepercayaan kepada Tjokroaminoto dan menguburkan persoalan yang disingkap oleh Darsono.Selanjutnya

Biografi - Malaikat Jibril dengan perintah Allah azzah wajallah memegang peranan penting dalam peristiwa perang Badar, yang melibatkan kaum muslimin dan kaum kafir Quraisy. Bahkan Jibril bisa disebut sebagai panglima Badar karena pada waktu itu musuh kocar-kacil laru tunggang langgang.

Sejarah mencatat bahwa perang Badar terjadi pada tanggal 17 ramadhan dua tahun setelah hijrah. Perang ini merupakan perang yang tidak seimbang karena pada waktu itu jumlah kaum muslimin lebih kecil jika dibandingkan dengan kaum kafir Quraisy.

Dari pihak kaum muslimin berjumlah kurang lebih 310 orang sedangkan dari pihak kafir Quraisy kurang lebih bejumlah 1010 orang.

Jika dilihat dari segi jumlah dan berbagai peralatan perang maka kaum muslimin jauh dari kata seimbang jika dibandingkan dengan kaum kafir Quraisy.  Kemudian Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam berdoa dan memohon kepada Allah subhanahuwata’ala.

Dalam hadits riwayat Ahmad diceritakan, Setelah Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam melihat kekuatan musuh maka Rasulullah memohon pertolongan Allah Jallah jalaluh sambil menghadapkan dirinya ke arah kiblat sambil berdoa,

“Ya Allah tunaikanlah kepadaku apa yang telah engkau janjikan,Ya Allah jika golongan kaum muslimin ini binasa maka tidak akan ada orang yang akan menyembahmu di muka bumi ini untuk selamanya.”

Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam terus-menerus memohon pertolongan kepada Allah subhanahu wata’ala dan berdoa sehingga diceritakan dalam sebuah riwayat sampai kain selendangnya yang berwarna putih terlepas dari pundaknya.

Kemudian Abu Bakar datang menghampirinya dan memungut kain selendangnya terus diletakkan lagi ke pundaknya dan Abu Bakar tetap berdiri dibelakangnya sambil berkata,

“Wahai Nabi Allah, cukuplah permohonanmu pada Tuhanmu karena pasti Dia akan memunaikan apa yang telah dijanjikan kepadamu.”

Kemudian Allah Azzah wajallah mengirimkan 1000 pasukan malaikat yang dipimpin langsung oleh malaikat Jibril. Bahkan para ulama sepakat bahwa malaikat Jibril sebagai panglima perang Badar karena peranan malaikat Jibril lah ummat Islam berada dalam kemenangan.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari disebutkan bahwa,

“Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam berbicara kepada Abu Bakar, ‘berbahagialah Abu Bakar, ini adalah Jibril yang sedang memegang kepala kudanya dan dia membawa peralatan perang.”

Dan dipertegas lagi dengan sebuah ayat yang ada di dalalm Al-Qur’an yang menceritakan bahwa Allah subhanawata’ala mengirimkan 1000 pasukan malaikat yang dipimpin langsung oleh Jibril sebagai panglimanya kemudian ummat Islam berada dalam kemenangan.

Allah azzah wajallah berfirman, “Ingatlah ketika kalian memohon kepada Tuhan kalian, lalu diperkenankan-Nya bagi kalian. Sesungguhnya aku akan mendatangkan bala bantuan kepada kalian dengan seribu malaikat dengan datang berturut-turut.” Qs. Al-Anfal : 9

Dan akhirnya pasukan muslimin berada dalam kemenangan dimana 70 orang tentara kafir Quraish berhasil dibunuh dan 70 orang berhasil ditawan dan sisanya melarikan diri. Allah azzah wajallah berfirman,

“Sesungguhnya Allah telah menolong kamu dalam peperangan Badar, padahal kamu adalah (ketika itu) orang-orang yang lemah. Karena itu bertakwalah kepada Allah supaya kamu mensyukuri-Nya.” (QS. Al-Imran : 123)

Semoga bermanfaat

wassalamu’alaykum warahmatullah wabarakatuh

Sumber: islamituindah.com.my

02:43 1 ,
Situs Asgardia
Wina - Baru-baru ini, dunia maya dihebohkan dengan kabar yang menyebut bahwa 5.000 warga Indonesia mendaftar untuk pindah ke negara ke angkasa luar. Negara yang dimaksud bernama Asgardia.

Berdasarkan pantauan Liputan6.com, jumlah pendaftar dari Indonesia yang mendaftar untuk menjadi warga negara tersebut naik dalam waktu singkat. Hanya dalam beberapa hari, jumlahnya naik menjadi 7.298 jiwa -- menempati urutan ke-9 dari 226 negara.

Negara yang akan berlokasi di angkasa luar itu dicetuskan oleh ilmuwan Rusia Igor Ahusrbeyli pada 2013. "Negara pertama di angkasa" yang didirikan oleh sekelompok ilmuwan, insinyur, pebisnis, dan para pengacara tersebut, salah satu tujuan nasionalnya adalah menjadi "pelindung Bumi".

"Asgardia akan menjadi sebuah tempat di orbit yang benar-benar 'tak bertuan'," demikian tertera di situs resmi negara tersebut.

"Untuk kali pertamanya dalam sejarah, negara baru diciptakan, bukan di Bumi, tapi di langit." Semacam "negeri di atas awan".

Dalam mitologi nordik, Asgard adalah kota di angkasa, negara para dewa. Asgardia disebut sebagai realisasi impian abadi manusia untuk meninggalkan tempat lahirnya di Bumi dan berkembang ke alam semesta.

Selain itu, terdapat sejumlah fakta menarik soal Asgardia. Berikut 4 di antaranya:

Penduduk dan Tujuan Negara Asgardia

1. Seluruh Penduduk Bumi Bisa Jadi Warga Negaranya

Meski disebut sebagai negara, Asgardia belum memiliki bendera, lagu kebangsaan, atau lambang resmi. Namun hingga kini, entitas tersebut masih dalam tahap persiapan, dengan masing-masing terdapat 12 versi yang diusulkan.

Menurut situs resminya, negara baru tersebut mengundang semua orang untuk bergabung. "Semua manusia hidup di Bumi bisa jadi warga negara Asgardia."

Hingga 26 Juli 2017, jumlah pendaftar mencapai 276.770. Jumlah tersebut naik sebanyak 100.000 jiwa dalam waktu kurang dari satu tahun.

Hingga kini, Asgardia belum diakui satu negara manapun di dunia ataupun oleh PBB.

2. Pelindung Bumi Jadi Tujuan Utamanya

Tujuan utama Asgardia adalah menciptakan "pelindung" yang membentengi Bumi dari ancaman kosmis, seperti asteroid, badai matahari, maupun puing-puing angkasa yang rentang menembus atmosfer.

Gagasan tersebut dinilai sangat ideal. Sebab, hingga saat ini, lembaga antariksa papan atas dunia belum mengetahui bagaimana mencegah satelit mereka bertabrakan, apalagi menghentikan sebuah batu angkasa menabrak Bumi.

Satelit pertama negara tersebut, Asgarida-1, dijadwalkan akan diluncurkan pada musim gugur 2017 menuju Stasiun Angkasa Luar Internasional (ISS). Dari sana, satelit itu akan bergerak menuju 400 km dari atas Bumi.

Ashurbeyli, yang juga pengusaha, diyakini menyediakan sejumlah besar modal untuk meluncurkan proyek tersebut. Belum jelas dari mana dana besar untuk mempertahankan misi yang pastinya tak murah itu bakal datang.

"Tujuan utamanya adalah untuk menciptakan sebuah platform legal untuk menjamin perlindungan pada Bumi dan menyediakan akses teknologi antariksa bagi mereka yang belum punya akses saat ini," kata Ashurbeyli kepada Guardian.

Wilayah Fisik dan Sengketa Hukum

3. Belum Memiliki Wilayah Fisik

Hingga saat ini, Asgardia masih berupa angan-angan, meski situs negara tersebut digarap secara serius. Igor Ashurbeyli mengatakan, secara teoritis penduduk Bumi bisa menjadi warga "negeri di atas awan" itu tanpa harus meninggalkan rumah. Cukup mendaftar dengan perantara internet.

Menurutnya, warga negara Asgardia belum bisa tinggal di atas satelit yang mengorbit.

"Secara fisik, warga negara Asgardia akan berada di Bumi. Mereka tinggal menyebar di berbagai negara di Bumi," kata Ashurbeyli, seperti dikutip dari News.com.au.

"Mereka bisa jadi warga suatu negara (sungguhan) dan pada saat bersamaan jadi warga negara Asgardia."

Saat ini, asgardian--sebutan untuk warga Asgardia, paling banyak berasal dari Turki, China, Amerika Serikat, Brasil, dan Inggris. Di posisi keenam hingga sepuluh adalah Italia, Meksiko, India, Indonesia, dan Spanyol.

4. Masih Tersandung Sengketa Hukum

Perjanjian Angkasa Luar PBB mengatur, angkasa adalah milik manusia dan dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk seluruh umat. Tak ada satu pihak pun yang bisa mengklaim Bulan, Matahari, dan objek langit lainnya.

Perjanjian juga memberi tugas kepada bangsa-bangsa dalam hal pengawasan kegiatan angkasa--baik melalui badan pemerintah, perusahaan komersial, ataupun organisasi nirlaba.

Suatu negara kemudian bertanggung jawab atas kerusakan apa pun yang mungkin saja disebabkan peluncur maupun satelit, baik di angkasa maupun di mana pun di Bumi.

Profesor Sa'id Mosteshar, Direktur London Institute of Space Policy and Law, meragukan Asgardia bisa diakui sesuai hukum internasional.

"Perjanjian Angkasa Luar, yang diterima siapa pun, mengatur dengan jelas bahwa tak ada satu bagian pun di angkasa luar yang bisa diklaim sebuah negara," kata dia.

Mengingat Asgardia tidak punya wilayah teritorial, sementara "warga negaranya" masih berada di Bumi, peluang untuk diakui sebagai negara, menurut Mosteshar, sangat kecil.| Liputan6.com

02:26 ,
(Datuk Haris Molana/detikcom)
Biografi - Kelangkaan pasokan garam mulai menyebar ke daerah-daerah, salah satunya di Aceh. Kondisi ini membuat pengusaha ikan asin di Kota Lhokseumawe kesulitan mendapat garam. Gara-gara seretnya pasokan, harga garam di Aceh naik dari Rp 25.000 per sak (10 kg) menjadi Rp 75.000 per sak.

"Selama 2 bulan terakhir kami merugi. Garam sebagai bahan baku ikan asin sangat langka. Walau ada, harganya sangat mencekik sementara harga ikan tidak ada peningkatan," kata Razali seorang pengusaha ikan asin di Lhokseumawe kepada detikcom, Kamis (27/7/2017). Garam untuk ikan asin dipasok dari Medan, Sumatera Utara. Namun sekarang stok garam sedang kosong.

Selain itu, harga garam yang naik menjadi Rp 75.000 per sak membuat para pengusaha ikan asin merugi. "Kami sangat rugi. Walapun tidak rugi total akan tetapi kami tidak memiliki keuntungan dalam dua bulan terakhir ini. Saya harap pemerintah dengan sigap mengambil langkah tegas agar kelangkaan garam cepat teratasi," kata Razali. Sebelumnya, Presiden Jokowi Jokowi akan memastikan lebih lanjut ke para menteri soal pemicu kelangkaan garam.

"Saya nanti akan cek langsung beberapa menteri dan BUMN terkait dengan PT Garam, misalnya. Saya akan lihat masalahnya apa," tutur Jokowi usai acara Peresmian Pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi Tahun 2017 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Kamis (27/7/2017).

Jokowi juga melihat ada faktor lain yang menyebabkan harga garam mahal, yakni distribusi yang tersendat. "Kalau memang ada permasalahan pasokan, masalah distribusi, akan kita selesaikan," tandas Jokowi.(Detik.com)
loading...

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget