Halloween Costume ideas 2015
Latest Post

Biografi - Kennedy Kambani, pemuda berusia 21 tahun di Distrik Mchinji, Malawi , dituduh memerkosa kambing milik warga. Anehnya, Kennedy lebih dulu meminta izin untuk melakukan aksi keji tersebut.

Pemilik kambing yang menjadi korban Kennedy sebelumnya sempat mencurigai lelaki tersebut hendak mencuri ternaknya.

Ketika sang pemilik dan satu tetangganya datang untuk menangkap Kennedy, mereka kaget melihat pemuda itu tengah berhubungan intim dengan kambing.

“Pemilik kambing itu bernama Pemphero Mwakhulika. Dia mengira pelaku hendak mencuri kambingnya. Jadi dia memperingatkan tetangga untuk waspada sembari mengajak mereka untuk menggrebek di kandang,” kata Inspektur Polisi Mchinji Lubrino Kaitano, seperti diberitakan Daily Mail, Jumat (4/1/2019).

Setelah tepergok, Kennedy ditangkap dan dibawa ke kantor polisi. Ia dituntut sang pemilik telah melakukan penganiayaan terhadap ternak.

Namun, kepada polisi, Kennedy mengklaim telah meminta izin binatang itu untuk berhubungan seks.

“Aku lebih dulu mengatakan kepada kambing itu hendak berhubungan intim. Ini bukan pemerkosaan , suka sama suka,” tuturnya.

Kasus yang sama, yakni pemerkosaan terhadap hewan ternak, sebelumnya merebak di sejumlah negara benua Afrika.

November 2018, di Zambia—negeri tetangga Malawi—pemuda berusia 22 tahun bernama Reuben Mwaba dipenjara selama 15 tahun dan kerja paksa setelah tepergok memerkosa kambil hamil milik temannya di  Kasama.

Pada bulan yang sama, Feselani Mcube (33) yang bekerja sebagai pembuat batu bata, dihukum penjara karena memerkosa kambil hamil milik tetangganya. Pemerkosaan itu terjadi di kamar Feselani, Winterveldt, Afrika Selatan.(Suara.com)

Lhokseumawe - Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Lhokseumawe menangkap MA (19), salah satu pelaku pembunuhan M Saleh warga Gampong Paloh Punti, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe dalam jangka kurun waktu 12 jam.

“Iya benar, semuanya ada dua pelaku, satu orang pelaku MA yang merupakan seorang wanita ini sudah kami tangkap, dan satu lagi masih kami kejar,” kata Kapolres Lhokseumawe AKBP Ari Lasta Irawan melalui Kasat Reskrim Iptu Riski Andrian kepada AJNN.

Sambung Riski, penangkapan itu dilakukan langsung di kawasan Dusun Matang Raya, Gampong Blang Sialet, Kecamatan Baktiya Barat, Kabupaten Aceh Utara. Bersama pelaku turut, diamankan satu unit sepeda motor dan baju yang dipakai saat melakukan tindak pidana tersebut.

“Pelaku satu lagi akan terus kami buru,” pungkas Riski.

Korban, M Saleh atau kerap disapa Mak Leh warga Gampong Paloh Punti, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe tewas ditusuk orang tak dikenal (OTK) menggunakan pisau, Minggu (13/1).

Pantauan AJNN di lokasi, sejumlah warga memadati rumah duka dengan linangan air mata. Jenazah dibawa ke lokasi pemakaman sekitar puk 17.46 WIB.

Keuchik Gampong Paloh Punti, Zulfikar mengatakan saat kejadian sekitar pukul 12.00 WIB korban dipepet di jalan menuju ke Gampong Paloh Pineung, tiba-tiba pelaku ditusuk menggunakan pisau di pinggang kanannya.

"Dia warga kami di sini. Kejadiannya tadi jam 12.00 WIB siang," katanya kepada AJNN di lokasi kejadian.

Sejauh ini, selaku perangkat desa, pihaknya juga tidak mengetahui penyebab pasti kejadian tersebut. Karena selama ini korban merupakan seorang petani biasa di gampong itu.

"Jadi korban meninggalkan tiga orang anak dan satu istri. Saat kejadian korban sempat berlari meminta tolong kepada warga, akan tetapi warga tidak berani menolongnya karena pisau masih tertancap dipinggang korban. Korban juga sempat dievakuasi ke Rumah Sakit Arun Lhokseumawe, namun nyawa korban sudah tak tertolong," kata keuchik. (AJNN)

Biografi - Pernah mendengar cerita tentang cinta segi empat? Kisah itu benar-benar terjadi.

Adalah Karin (26) -bukan nama sebenarnya- yang menjadi pusat dalam asmara segi empat itu. Sedangkan Donwori (28), Donjuan (40) dan Dawam -semuanya bukan nama sebenarnya- terlibat dalam pusaran asmara Karin.

Padahal, Karin adalah istri Donwori. Namun, cintanya bercabang ke dua lelaki lainnya.

Perselingkuhan Karin itulah yang membuat Donwori tak mau lagi mempertahankan rumah tangganya. Apalagi, Donwori pernah memergoki Karin saat berjalan dengan Dawam.

“Kuwi kanca kantore. Aku wis  ngerti dari dulu (itu teman kantornya. Aku sudah tahu sejak dulu, red),” kata Donwori saat ditemui jelang persidangan cerainya di Pengadilan Agama Kelas 1A Surabaya beberapa waktu lalu.

Donwori menuturkan, istrinya adalah perempuan bertipe gampang menempel sana sini. Meski sudah bersuami, Karin tetap santai saja saat berangkulan dengan pria lain.

Pria yang dirangkul Karin pun jadi terbawa perasaan alias baper. Tentu saja hal itu memicu kekesalan Donwori.

Donwori sudah lama mencium gelagat tentang perselingkuhan Karin. Misalnya, Karin jadi sering telat pulang dengan alasan lembur atau pamit dinas luar kota.

Selain itu, Karin jadi lengket dengan ponselnya. Bahkan, Karin sering berbicara melalui telepon hingga berjam-jam.

Namun, Dawam memang sangat nekat. Padahal, Donwori pernah melabraknya agar menjauhi Karin.

Alih-alih surut langkah, Dawam malah balik mencibir Donwori. Sebab, Dawam justru menyarankan kepada Donwori agar lebih peduli ke Karin daripada istrinya berbuat serong.

“Wanine ngatur uripe wong liya, gak nyawang, joko-joko ngrebut bojone uwong (beraninya mengatur hidup orang lain, tidak memandang, jejaka tapi merebut bini orang, red),” kata Donwori menirukan bentakannya kepada Dawam.

Di antara hubungan Donwori, Karin dan Dawam ternyata hadir Donjuan. Bergaya pahlawan untuk menjadi penengah, Donjuan rupanya malah mendekati Karin.

Bahkan, Donjuan ikut menyudutkan Donwori. Singkat cerita, Karin dan Donjuan menjadi dekat.

Bahkan, Karin kini sudah berancang-ancang menikah dengan Donjuan. Statusnya tinggal menunggu vonis cerai.

Meski demikian Donwori merasa lega. “Sing penting gak rabi ambek Dawam kurang ajar iku (yang penting tidak menikah dengan Dawam yang kurang ajar itu, red),” kata pria asal Sidotopo itu.(JPNN)

Biografi - Seorang wanita di bawah umur inisial Melati yang berusia 14 tahun, mengakui merasa kesakitan saat akan buang air kecil.

Hal itu disinyalir, saat eksploitasi yang dialaminya yang mana harus melayani banyak laki-laki dalam satu malam.

Kasus ini terungkap saat penggerebekan  sebuah rumah prostitusi ilegal di kawasan Sanur, Denpasar, Bali, pada Jumat (5/1/2019).

"Tiap harinya kalau ramai melayani sampai 8 orang perhari. Sementara sepi satu orang. Tapi maksimal 8 orang. Mereka bekerja dari jam 5 sore sampai jam 5 pagi."

"Akibat banyaknya melayani pelanggan tiap harinya. Ada seorang anak yang masih  berumur 14 tahun itu sampai, maaf ya, susah buang air kecil. Bayangkan harus melayani pelanggan dari jam 5 sore sampai jam 5 pagi bisa 8 orang tamu," kata Kasubdit IV AKBP, Sang Ayu Putu Alit Saparini.

Sementara itu, keadaan psikologis anak-anak yang menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) atau human trafficking ini diungkapkannya dalam kondisi labil.

"Jujur saja kadang mereka labil. Kadang mereka ingin sekali dibantu dan keluar dari situ. Tapi biasa juga seiring waktu, mereka kadang memberi tahu bahwa mereka rela dan terpaksa lakukan itu karena tergiur materi,"

"Jadi memang kita butuh pendamping untuk menstabilkan pemikiran anak tersebut. Karena tidak menutup kemungkinan dia akan menikmati, apalagi berada di lingkungan seperti itu. Nah itu tugas pendamping membimbing ke jalan yang benar," kata dia.

Maka dari itu, penanganan trafficking tersebut ujarnya, bukan hanya lebih ke hukum, tapi pencegahan, rehabilitasi, restitusinya.

"Mengembalikan korban ke tengah masyarakat agar diterima. Itu sangat penting, bukan soal hukum saja," ujarnya.

Baca Selanjutnya

Ilustrasi
Banda Aceh - Satpol PP dan WH Banda Aceh menangkap pasangan non muhrim di Hotel Mars di kawasan Batoh, Banda Aceh.

Belakangan diketahui, pasangan itu merupakan anggota Polres Aceh Besar berinisial F dan pasangan perempuannya U.

"Kita langsung mengontak Polres Aceh Besar, dan sudah ditangani oleh mereka," kata Kasatpol PP dan WH Banda Aceh, Muhammad Hidayat saat dikonfirmasi, Sabtu malam (29/12/2018).

Hidayat mengatakan, keduanya ditangkap dalam satu kamar pada Jumat malam, pekan lalu.

"Menjelang tengah malam," katanya.

Saat itu, kata Hidayat, Satpol PP dan WH Banda Aceh menggelar razia rutin.

"Kita dapat pasangan tersebut dalam kamar. Sempat kita bawa ke kantor," katanya.

Namun keduanya tak sempat menjalani pemeriksaan di Satpol PP dan WH Banda Aceh.

"Karena merupakan anggota polisi, kita langsung koordinasi dengan atasannya," kata Hidayat.

Malam itu juga, keduanya dijemput oleh petugas dari Polres Aceh Besar.

Informasi yang dihimpun BERITAKINI.CO, F sesungguhnya adalah pria beristri. Sementara U masih tergolong bintara baru berpangkat bribda. | Beritakini.co

Meulaboh - Dua pria berinisial T (24) dan AR (15) terduga pengguna narkotika jenis sabu diamankan petugas dalam operasi gabungan Cipta Kondisi menjelang tahun baru, Sabtu malam (29/12/2018).

Keduanya dibekuk di tempat karaoke yang berlokasi Desa Pasar Aceh, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat, oleh petugas gabungan Polisi, TNI, dan POM.

Informasi dihimpun BERITAKINI.CO, salah satu dari dua orang terduga pengguna narkoba tersebut yakni T merupakan residivis, sementara satu orang lainnya merupakan anak di bawah umur yakni AR. Dari tangan tersangka petugas mengamankan barang bukti sabu sebesar 0,5 gram.

Amatan BERITAKINI.CO, operasi gabungan ini menyisir sejumlah lokasi yang diduga menjadi tempat peredaran narkoba di Kabupaten Aceh Barat.

Petugas juga menggeledah sejumlah remaja yang nongkrong di pinggir jalan. Bahkan sebagaian terlihat kabur karena takut digeledah petugas.

Terkait dengan diamankan dua pria tersebut, Kasat Res Narkoba Polres Aceh Barat, Iptu Novrizaldi mengaku belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut.

"Pastinya akan kita kembangkan," katanya singkat.

Kedua tersangka telah diamankan di Mapolres Aceh Barat dan masih dalam proses pemeriksaan.

Sementara itu, pemilik warung yang menjadi lokasi penangkapan menemukan barang bukti sabu-sabu lain seberat 0,90 gram di dalam kertas bening dan siap di edarkan. Usai ditemukan, sabu tersebut kemudian diserahkan oleh pemilik warung ke polisi.

"Anak saya yang kecil temukan di pagar, kemudian pas saya lihat saya takut ini narkoba, saya serahkan terus ke polisi," kata Rosmawati selaku pemilik warung kepada BERITAKINI.CO

Sumber: BERITAKINI.CO
loading...

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget